Oleh. Ustadz Iltizam
1. Rabbaniyyah
Ditinjau dari segi bahasa, rabbaniyyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah Ta’aalaa. Sedangkan rabbaniy ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaran-Nya. (QS. 3: 79)
Yang dimaksud dengan rabbaniyyah mencakup 2 aspek, rabbaniyyah ghoyah dan mashdar.
a. Rabbaniyyah Ghoyah
Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS. 51: 56) dan untuk mencari ridlo-Nya. Tujuan ini pun akhirnya menjadi tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS. 53: 42, 84: 6).
b. Rabbaniyyah Mashdar
Maksudnya manhaj yag telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj rabbaniy yang murni, yaitu yang bersumber pada firman Allah dan sunnah Rasul-Nya. Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, kelompok, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya (QS. 4: 174, 10: 57).
Adapun Rasulullah adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintah-Nya yang masih samar bagi manusia (QS. 42: 52-53).
1. Rabbaniyyah
Ditinjau dari segi bahasa, rabbaniyyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah Ta’aalaa. Sedangkan rabbaniy ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaran-Nya. (QS. 3: 79)
Yang dimaksud dengan rabbaniyyah mencakup 2 aspek, rabbaniyyah ghoyah dan mashdar.
a. Rabbaniyyah Ghoyah
Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS. 51: 56) dan untuk mencari ridlo-Nya. Tujuan ini pun akhirnya menjadi tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS. 53: 42, 84: 6).
b. Rabbaniyyah Mashdar
Maksudnya manhaj yag telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj rabbaniy yang murni, yaitu yang bersumber pada firman Allah dan sunnah Rasul-Nya. Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, kelompok, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya (QS. 4: 174, 10: 57).
Adapun Rasulullah adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintah-Nya yang masih samar bagi manusia (QS. 42: 52-53).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar