Jumat, 24 Februari 2017
Senin, 20 Februari 2017
EVENT SYUKURAN ZAMKLIN
*Buat KAMU, iya KAMU*
👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾
KAMU emang
┈┈┈┈┈┈▕▔╲┈┈┈┈┈┈
┈┈┈┈┈┈┈▏▕┈ *ⓈⓊⓅⒺⓇ*
┈┈┈┈┈┈┈▏▕▂▂▂┈┈┈
▂▂▂▂▂▂╱┈▕▂▂▂▏┈┈
▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
▔▔▔▔▔▔╲▂▕▂▂▂▏┈┈
kalau kamu *donasi* kan pakaianmu, tasmu, selimutmu, jaketmu organisasi, sepatumu, dan lainnya, kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Daripada pakaian numpuk di lemari nungguin _berat badan_ mu turun,
Daripada dianggurin sampe njamur, atau karena sobek, atau karena kamu gak suka warnanya,
Atau gak suka karena itu mengingatkanmu pada *MANTAN*,
*DONASI IN* aja! Sesederhana apapun donasimu, pasti ada manfaatnya.
Gak usah sungkan karena kotor atau kena najis, ZAMKLIN bakal cuci in sumbangan mu itu *GRATIS*.
Gak usah _takut repot_ nyebarin donasimu ke orang yang butuh, ZAMKLIN juga bakal bantu nyebarin pakaianmu ke orang-orang yang membutuhkan, *GRATIS*.
Jadi _gak usah mikir_ lagi, semakin lama dipikir _semakin berat_.
Ayok, hubungi ZAMKLIN, *sekarang juga*.
081330101681 (Hafidz)
NB: Dan kalau kamu mau donasi tapi gak punya pakaian, *TENANG*, bantu *SEBARIN* info ini ke temen-temenmu, kalau mereka donasi karena kamu, insya Allah kamu juga bakal dapat tuh pahalanya.
NB: Untuk donasi dari Surabaya, akan kami ambil secara gratis. Untuk donasi di luar Surabaya, ongkir paket dibagi kita berdua ya..
ZAMKLIN
Laundry Syariah
Surabaya
19-28 Februari 2017
👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾👇🏾
KAMU emang
┈┈┈┈┈┈▕▔╲┈┈┈┈┈┈
┈┈┈┈┈┈┈▏▕┈ *ⓈⓊⓅⒺⓇ*
┈┈┈┈┈┈┈▏▕▂▂▂┈┈┈
▂▂▂▂▂▂╱┈▕▂▂▂▏┈┈
▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
▉▉▉▉▉┈┈┈▕▂▂▂▏┈┈
▔▔▔▔▔▔╲▂▕▂▂▂▏┈┈
kalau kamu *donasi* kan pakaianmu, tasmu, selimutmu, jaketmu organisasi, sepatumu, dan lainnya, kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan.
Daripada pakaian numpuk di lemari nungguin _berat badan_ mu turun,
Daripada dianggurin sampe njamur, atau karena sobek, atau karena kamu gak suka warnanya,
Atau gak suka karena itu mengingatkanmu pada *MANTAN*,
*DONASI IN* aja! Sesederhana apapun donasimu, pasti ada manfaatnya.
Gak usah sungkan karena kotor atau kena najis, ZAMKLIN bakal cuci in sumbangan mu itu *GRATIS*.
Gak usah _takut repot_ nyebarin donasimu ke orang yang butuh, ZAMKLIN juga bakal bantu nyebarin pakaianmu ke orang-orang yang membutuhkan, *GRATIS*.
Jadi _gak usah mikir_ lagi, semakin lama dipikir _semakin berat_.
Ayok, hubungi ZAMKLIN, *sekarang juga*.
081330101681 (Hafidz)
NB: Dan kalau kamu mau donasi tapi gak punya pakaian, *TENANG*, bantu *SEBARIN* info ini ke temen-temenmu, kalau mereka donasi karena kamu, insya Allah kamu juga bakal dapat tuh pahalanya.
NB: Untuk donasi dari Surabaya, akan kami ambil secara gratis. Untuk donasi di luar Surabaya, ongkir paket dibagi kita berdua ya..
ZAMKLIN
Laundry Syariah
Surabaya
19-28 Februari 2017
Selasa, 14 Februari 2017
MENGHADAPI KRITIK
*MENGHADAPI KRITIK*
Hafidz
Tulisan dari Aa. Gym
Sebelumnya, harus kita pahami terlebih dulu. Jangan menganggap persoalan sebagai sesuatu yang merendahkan diri kita.
Coba, saya tanya, Rasulullah itu hidupnya banyak ujian? Banyak masalah? Sering dihina, dicaci dan dimusuhi banyak orang? Nah, bagaimana sosok Rasul? Beliau manusia yang mulia kan?
Persoalan adalah sesuatu yang mengangkat derajat seseorang. Justru jangan bangga ketika tidak ada persoalan dalam hidup kita.
Pada intinya ujian itu bisa berupa kelapangan/kemudahan dan kesempitan/kesusahan. Ujian kelapangan itu yang lebih bahaya. Karena ketika berada dalam kondisi lapang dan pujian, kita cenderung sedikit mengingat Allah.
Salah satu ulama pernah berkata, _“Tidak bisa seseorang meraih saripati ilmu tauhid, bila belum mengamalkan ilmu kelapa.”_ Apa itu?
Kita lihat, kelapa itu dijatuhkan dari pohon, dijambak sampai gundul, digetok pakai golok, dicungkil sampai copot, disisir, lalu diparut, dan diperas!
Percayalah, dengan mengalami persoalan hidup, kita justru bisa mendapatkan banyak kebaikan.
Saya pernah berada di masa-masa hidup penuh pujian. Kemudian, kondisi berbalik. Saya dicaci di infotainment dan sebagainya. Tapi dari situ, Alhamdulillah, ketika menghadapi ujian yang berat, anak-anak saya malah jadi hafidz. Pesantren jadi ramai.
Persoalan hidup itu tidak bahaya, karena semua sudah diukur oleh Allah. Yang bahaya adalah, manakala kita salah dalam menyikapi persoalan hidup.
*Rumus yang Anda praktikkan dalam menghadapi persoalan hidup?*
*Rumus pertama*, kita harus siap menghadapi yang cocok dan yang tidak cocok dengan keinginan. Mustahil semua keinginan kita terwujud, atau hidup kita semuanya cocok terus dengan apa yang kita mau.
Misalnya, setiap orang tentu ingin selalu sehat. Padahal, ada masanya kita harus menghadapi sakit. Sakit dan sehat itu hanya episode kehidupan.
Berapa banyak orang menjadi mulia karena sakit, dan berapa banyak orang yang hina ketika ia sehat.
Setiap takdir ada jalannya. Jangan pernah berprasangka buruk. Tugas kita hanyalah:
(1). Meluruskan niat lillahit ta’ala;
(2). Sempurnakan ikhtiar di jalan Allah;
(3). Pasrahkan dengan tawakkal. Orang yang sakit hati pasti tidak tawakkal, karena merasa keinginannya paling benar.
*Rumus kedua*, kalau sesuatu sudah terjadi, maka kita harus ridho.
Orang stres itu bukan karena kenyataan, tapi karena tidak terima kenyataan.Terimalah takdir yang ada, sambil kita terus berikhtiar untuk takdir yang lebih berkah.
Orang depresi karena tidak terima takdir. “Sulit” itu kan persepsi kita. Pujian dan cacian itu sama saja, bergantung pada bagaimana cara kita menyikapinya.
*Rumus ketiga*, Jangan mempersulit diri. Mudahkan, jangan dibuat ribet.
Karena, rasa sakit itu sebanding dengan tingkat _“ketergantungan”_ kita pada makhluk. Manakala kita begitu
_“bergantung”_ pada uang, misalnya, lalu uang itu hilang, maka rasa sakitnya semakin menjadi-jadi.
Sebenarnya, orang yang paling sengsara itu mereka yang menginginkan sesuatu yang tidak ada takdirnya.
Ridho, ridho, kita harus ridho. Misalkan ban kita pecah. Jangan sedih. Setelah ucapkan innalillahi, kita pahami bahwa artinya ada rezeki tukang ban di dompet kita.
Aduh, tapi ngedorong motornya masih jauh! Ya, pahami, bahwa memang kita kudu olahraga. Enak kan, hidup kalau ridho seperti itu.
Dihina orang tak akan rugi. Nabi Muhammad saja, yang begitu mulia juga kerap dihina. Justru, kalau ada orang nggak suka sama kita, ini kesempatan baik supaya kita instropeksi. Apa iya kita melakukan keburukan sebagaimana yang ia katakan?
Lalu, anggap saja, orang yang sebel sama kita itu, sebenarnya sayang dengan diri kita, wong dia selalu ingat kita siang dan malam. Iya kan?
Yang bahaya, kalau kita yang sebel sama tetangga. Giliran tetangga naik gaji, eh, kita naik tensi. Rugi.
*Rumus keempat*, evaluasi diri. Coba kita baca Surat An-Nisa ayat 79. Karunia apapun yang kamu peroleh *PASTI* dari Allah. Sementara keburukan apapun *MUTLAK* dari diri kamu sendiri.
Ingat, orang bisa tobat kalau dia merasa sebagai sumber musibah. Sementara orang nggak bisa tobat kalau dia merasa sebagai korban.
Ingat sabda Rasul, “Laa taghdhob, walakal Jannah.” Jangan marah, bagimu surga. Para pemarah susah ke surga, karena pahalanya habis.
Janganlah kita banyak mikir dan komentar yang tidak perlu. Ayo terus evaluasi diri.
*Rumus kelima*, cukuplah Allah sebagai penolong kita. Manakala kita bersandar pada _“sesuatu”_, tentu ada rasa takut kehilangan _“sesuatu”_.
Misal, kita bersandar pada jabatan. Dengar kata mutasi, eh kita malah dengarnya mutilasi. Ya itu tadi, makin bersandar pada makhluk, makin capek. Makin ingin dipuji dan dicintai, rasanya *makin sakit hati*.
Terus *camkan* dalam diri, bahwa bergaul dengan manusia bukan berarti kita mengharapkan sesuatu dari manusia lain.
Jangan berharap disayangi atau diberi, tapi berharaplah untuk makin menyayangi dan memberi. Kita akan merasa lebih tenang, ketika tidak banyak berharap.
Ingatlah, bahwa kita tidak dirancang untuk menyelesaikan persoalan. Dengan adanya persoalan, kita dekati Allah, dengan jalan tobat dan taat kepada-Nya.
Maka, kita akan menjadi tenang, ada jalan keluar dan persoalan hidup kita beres, atas izin Allah.(*)
Wallahu ta'ala a'lam
Hafidz
Tulisan dari Aa. Gym
Sebelumnya, harus kita pahami terlebih dulu. Jangan menganggap persoalan sebagai sesuatu yang merendahkan diri kita.
Coba, saya tanya, Rasulullah itu hidupnya banyak ujian? Banyak masalah? Sering dihina, dicaci dan dimusuhi banyak orang? Nah, bagaimana sosok Rasul? Beliau manusia yang mulia kan?
Persoalan adalah sesuatu yang mengangkat derajat seseorang. Justru jangan bangga ketika tidak ada persoalan dalam hidup kita.
Pada intinya ujian itu bisa berupa kelapangan/kemudahan dan kesempitan/kesusahan. Ujian kelapangan itu yang lebih bahaya. Karena ketika berada dalam kondisi lapang dan pujian, kita cenderung sedikit mengingat Allah.
Salah satu ulama pernah berkata, _“Tidak bisa seseorang meraih saripati ilmu tauhid, bila belum mengamalkan ilmu kelapa.”_ Apa itu?
Kita lihat, kelapa itu dijatuhkan dari pohon, dijambak sampai gundul, digetok pakai golok, dicungkil sampai copot, disisir, lalu diparut, dan diperas!
Percayalah, dengan mengalami persoalan hidup, kita justru bisa mendapatkan banyak kebaikan.
Saya pernah berada di masa-masa hidup penuh pujian. Kemudian, kondisi berbalik. Saya dicaci di infotainment dan sebagainya. Tapi dari situ, Alhamdulillah, ketika menghadapi ujian yang berat, anak-anak saya malah jadi hafidz. Pesantren jadi ramai.
Persoalan hidup itu tidak bahaya, karena semua sudah diukur oleh Allah. Yang bahaya adalah, manakala kita salah dalam menyikapi persoalan hidup.
*Rumus yang Anda praktikkan dalam menghadapi persoalan hidup?*
*Rumus pertama*, kita harus siap menghadapi yang cocok dan yang tidak cocok dengan keinginan. Mustahil semua keinginan kita terwujud, atau hidup kita semuanya cocok terus dengan apa yang kita mau.
Misalnya, setiap orang tentu ingin selalu sehat. Padahal, ada masanya kita harus menghadapi sakit. Sakit dan sehat itu hanya episode kehidupan.
Berapa banyak orang menjadi mulia karena sakit, dan berapa banyak orang yang hina ketika ia sehat.
Setiap takdir ada jalannya. Jangan pernah berprasangka buruk. Tugas kita hanyalah:
(1). Meluruskan niat lillahit ta’ala;
(2). Sempurnakan ikhtiar di jalan Allah;
(3). Pasrahkan dengan tawakkal. Orang yang sakit hati pasti tidak tawakkal, karena merasa keinginannya paling benar.
*Rumus kedua*, kalau sesuatu sudah terjadi, maka kita harus ridho.
Orang stres itu bukan karena kenyataan, tapi karena tidak terima kenyataan.Terimalah takdir yang ada, sambil kita terus berikhtiar untuk takdir yang lebih berkah.
Orang depresi karena tidak terima takdir. “Sulit” itu kan persepsi kita. Pujian dan cacian itu sama saja, bergantung pada bagaimana cara kita menyikapinya.
*Rumus ketiga*, Jangan mempersulit diri. Mudahkan, jangan dibuat ribet.
Karena, rasa sakit itu sebanding dengan tingkat _“ketergantungan”_ kita pada makhluk. Manakala kita begitu
_“bergantung”_ pada uang, misalnya, lalu uang itu hilang, maka rasa sakitnya semakin menjadi-jadi.
Sebenarnya, orang yang paling sengsara itu mereka yang menginginkan sesuatu yang tidak ada takdirnya.
Ridho, ridho, kita harus ridho. Misalkan ban kita pecah. Jangan sedih. Setelah ucapkan innalillahi, kita pahami bahwa artinya ada rezeki tukang ban di dompet kita.
Aduh, tapi ngedorong motornya masih jauh! Ya, pahami, bahwa memang kita kudu olahraga. Enak kan, hidup kalau ridho seperti itu.
Dihina orang tak akan rugi. Nabi Muhammad saja, yang begitu mulia juga kerap dihina. Justru, kalau ada orang nggak suka sama kita, ini kesempatan baik supaya kita instropeksi. Apa iya kita melakukan keburukan sebagaimana yang ia katakan?
Lalu, anggap saja, orang yang sebel sama kita itu, sebenarnya sayang dengan diri kita, wong dia selalu ingat kita siang dan malam. Iya kan?
Yang bahaya, kalau kita yang sebel sama tetangga. Giliran tetangga naik gaji, eh, kita naik tensi. Rugi.
*Rumus keempat*, evaluasi diri. Coba kita baca Surat An-Nisa ayat 79. Karunia apapun yang kamu peroleh *PASTI* dari Allah. Sementara keburukan apapun *MUTLAK* dari diri kamu sendiri.
Ingat, orang bisa tobat kalau dia merasa sebagai sumber musibah. Sementara orang nggak bisa tobat kalau dia merasa sebagai korban.
Ingat sabda Rasul, “Laa taghdhob, walakal Jannah.” Jangan marah, bagimu surga. Para pemarah susah ke surga, karena pahalanya habis.
Janganlah kita banyak mikir dan komentar yang tidak perlu. Ayo terus evaluasi diri.
*Rumus kelima*, cukuplah Allah sebagai penolong kita. Manakala kita bersandar pada _“sesuatu”_, tentu ada rasa takut kehilangan _“sesuatu”_.
Misal, kita bersandar pada jabatan. Dengar kata mutasi, eh kita malah dengarnya mutilasi. Ya itu tadi, makin bersandar pada makhluk, makin capek. Makin ingin dipuji dan dicintai, rasanya *makin sakit hati*.
Terus *camkan* dalam diri, bahwa bergaul dengan manusia bukan berarti kita mengharapkan sesuatu dari manusia lain.
Jangan berharap disayangi atau diberi, tapi berharaplah untuk makin menyayangi dan memberi. Kita akan merasa lebih tenang, ketika tidak banyak berharap.
Ingatlah, bahwa kita tidak dirancang untuk menyelesaikan persoalan. Dengan adanya persoalan, kita dekati Allah, dengan jalan tobat dan taat kepada-Nya.
Maka, kita akan menjadi tenang, ada jalan keluar dan persoalan hidup kita beres, atas izin Allah.(*)
Wallahu ta'ala a'lam
KOLEKSI E- BOOK KITAB KUNING
KOLEKSI E- BOOK
====================:
Oleh Abdurrohim
KUMPULAN E-BOOK
Daripada hanya menjadi koleksi pribadi, barangkali akan lebih bermanfaat bagi anggota-anggota FB ini!
1. Kitab Al-Umm – Imam Asy-Syafi’I – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeS8e
2. Kitab Al-Adzkar – Imam An-Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTF0
3. Kitab Asbabun Nuzul – Jalaludin Asy-Syuyuti – Terjemahan: http://adf.ly/1jeTR1
4. Kitab At-Targhrib wa At-Tarhib – Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTfB
5. Kitab Bulughul Maram – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTuJ
6. Kitab Fathul Bari – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l
7. Kitab Fathul Mu’in – Zaenudin bin Abdul Aziz Al-Malibari – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l
8. Kitab Ihya Ulumiddin - Al-Ghazali – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeUpB
9. Kitab Nailul Authar - Faishal bin Abdul Aziz Al-Mubarak – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeV2T
10. Kitab Riyad Ash-Shalihin - Imam Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeVEb
11. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW - Muhammad Husin Haekal: http://adf.ly/1jeVQd
12. Kitab Hadits Shahih Muslim: http://adf.ly/1jeVeR
13. Kitab Sirah Nabawiyah - Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy: http://adf.ly/1jeVns
14. Kitab Subulu-salam - Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeW1i
15. Kitab Sunan Abu Daud: http://adf.ly/1jeWC9
16. Kitab Sunan Ibnu Majah: http://adf.ly/1jeWHi
17. Kitab Hadits Tirmidzi: http://adf.ly/1jeWOF
18. Aplikasi untuk membuka E-Book di Komputer/PC: http://adf.ly/1jeWVF
19. Aplikasi untuk membuka E-Book di Android: http://adf.ly/1jeY7p
20. 40 Hadits Peristiwa Akhir Zaman: http://adf.ly/1jeWcs
21. Afatul Lisan - Al-Ghazali: http://adf.ly/1jeWin
22. Kitab Al-Hikam - Ahmad bin Athaillah – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeWuX
23. Kitab Al-Fiqhul Islam Sa’duddin bin Muhammad Al-Kuba – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXAt
24. Al-Lu'lu Wal Marjan: http://adf.ly/1jeXKN
25. Al-Muwatha - Imam Malik – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXUk
26. Kitab Al-Umm - Imam Asy-Syafi’I – Arabic: http://adf.ly/1jeaR6
27. Aqidah Ahlussunnah Waljamaah: http://adf.ly/1jeadx
28. Aqidatul Awam: http://adf.ly/1jeakD
29. Asbabul_Wurud_Hadits: http://adf.ly/1jeaq3
30. Bidayah Wa Nihayah: http://adf.ly/1jeaur
31. Muqaddimah - Ibnu Khaldun - Terjemahan: http://adf.ly/1jebHP
32. Muqaddimah - Ibnu Khaldun - Arabic: http://adf.ly/1jebTL
33. Bolehkah Makan Dirumah Keluarga Orang Mati: http://adf.ly/1jfP8p
34. Daqaiqul Akbar: http://adf.ly/1jfPLS
35. Derajat Hadits: http://adf.ly/1jelxI
36. Fadhail Al-Qur’an: http://adf.ly/1jem93
37. Fiqh Shalat 4 Madzhab: http://adf.ly/1jfPXH
38. Fiqhul Akbar Abu Hanifah: http://adf.ly/1jemWu
39. Fiqhul Akbar Asy-Syafi’i: http://adf.ly/1jemdS
40. Hadits Kontradiktif: http://adf.ly/1jemlx
41. Kitab Jawahirul Kalamiyyah - Thahir bin Shalih Al-Jazairi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfQ92
42. Kamus Al-Munawir Digital: http://adf.ly/1jfQNy
43. Kisah Keajaiban Isra Miraj: http://adf.ly/1jfQaX
44. Kisah Para Nabi dan Rasul: http://adf.ly/1jfQlJ
45. Kitab Hadits 9 Imam: http://adf.ly/1jfR2g
46. Klasifikasi Kandungan Al-Qur'an: http://adf.ly/1jfRF9
47. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRVv
48. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRop
49. Kitab Lubabul Hadits - Jalaludin Asy-Syuyuthi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSH8
50. Kitab Matan Jurumiyyah - Ash-Shanhaji – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSmq
51. Kitab Matan Safinah An-Najah - Salim bin Sumair Al-Hadramiy: http://adf.ly/1jfTGp
52. Mengenal Tanda-tanda Kiamat: http://adf.ly/1jfTXm
53. Kitab Minhajul Abidin - Al-Ghazali – Terjemahan: http://adf.ly/1jfTtx
54. Mitos Pribumi Malas: http://adf.ly/1jfUE2
55. Mushtholah Hadits: http://adf.ly/1jfUYO
Hafidz
====================:
Oleh Abdurrohim
KUMPULAN E-BOOK
Daripada hanya menjadi koleksi pribadi, barangkali akan lebih bermanfaat bagi anggota-anggota FB ini!
1. Kitab Al-Umm – Imam Asy-Syafi’I – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeS8e
2. Kitab Al-Adzkar – Imam An-Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTF0
3. Kitab Asbabun Nuzul – Jalaludin Asy-Syuyuti – Terjemahan: http://adf.ly/1jeTR1
4. Kitab At-Targhrib wa At-Tarhib – Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTfB
5. Kitab Bulughul Maram – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeTuJ
6. Kitab Fathul Bari – Ibnu Hazar Al-Asqalani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l
7. Kitab Fathul Mu’in – Zaenudin bin Abdul Aziz Al-Malibari – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeU5l
8. Kitab Ihya Ulumiddin - Al-Ghazali – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeUpB
9. Kitab Nailul Authar - Faishal bin Abdul Aziz Al-Mubarak – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeV2T
10. Kitab Riyad Ash-Shalihin - Imam Nawawi – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeVEb
11. Sejarah Hidup Nabi Muhammad SAW - Muhammad Husin Haekal: http://adf.ly/1jeVQd
12. Kitab Hadits Shahih Muslim: http://adf.ly/1jeVeR
13. Kitab Sirah Nabawiyah - Syeikh Safy al-Rahman al-Mubarakfuriyy: http://adf.ly/1jeVns
14. Kitab Subulu-salam - Nashirudin Al-Albani – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeW1i
15. Kitab Sunan Abu Daud: http://adf.ly/1jeWC9
16. Kitab Sunan Ibnu Majah: http://adf.ly/1jeWHi
17. Kitab Hadits Tirmidzi: http://adf.ly/1jeWOF
18. Aplikasi untuk membuka E-Book di Komputer/PC: http://adf.ly/1jeWVF
19. Aplikasi untuk membuka E-Book di Android: http://adf.ly/1jeY7p
20. 40 Hadits Peristiwa Akhir Zaman: http://adf.ly/1jeWcs
21. Afatul Lisan - Al-Ghazali: http://adf.ly/1jeWin
22. Kitab Al-Hikam - Ahmad bin Athaillah – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeWuX
23. Kitab Al-Fiqhul Islam Sa’duddin bin Muhammad Al-Kuba – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXAt
24. Al-Lu'lu Wal Marjan: http://adf.ly/1jeXKN
25. Al-Muwatha - Imam Malik – Terjemahan Lengkap: http://adf.ly/1jeXUk
26. Kitab Al-Umm - Imam Asy-Syafi’I – Arabic: http://adf.ly/1jeaR6
27. Aqidah Ahlussunnah Waljamaah: http://adf.ly/1jeadx
28. Aqidatul Awam: http://adf.ly/1jeakD
29. Asbabul_Wurud_Hadits: http://adf.ly/1jeaq3
30. Bidayah Wa Nihayah: http://adf.ly/1jeaur
31. Muqaddimah - Ibnu Khaldun - Terjemahan: http://adf.ly/1jebHP
32. Muqaddimah - Ibnu Khaldun - Arabic: http://adf.ly/1jebTL
33. Bolehkah Makan Dirumah Keluarga Orang Mati: http://adf.ly/1jfP8p
34. Daqaiqul Akbar: http://adf.ly/1jfPLS
35. Derajat Hadits: http://adf.ly/1jelxI
36. Fadhail Al-Qur’an: http://adf.ly/1jem93
37. Fiqh Shalat 4 Madzhab: http://adf.ly/1jfPXH
38. Fiqhul Akbar Abu Hanifah: http://adf.ly/1jemWu
39. Fiqhul Akbar Asy-Syafi’i: http://adf.ly/1jemdS
40. Hadits Kontradiktif: http://adf.ly/1jemlx
41. Kitab Jawahirul Kalamiyyah - Thahir bin Shalih Al-Jazairi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfQ92
42. Kamus Al-Munawir Digital: http://adf.ly/1jfQNy
43. Kisah Keajaiban Isra Miraj: http://adf.ly/1jfQaX
44. Kisah Para Nabi dan Rasul: http://adf.ly/1jfQlJ
45. Kitab Hadits 9 Imam: http://adf.ly/1jfR2g
46. Klasifikasi Kandungan Al-Qur'an: http://adf.ly/1jfRF9
47. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRVv
48. Kumpulan Bahtsul Masaail: http://adf.ly/1jfRop
49. Kitab Lubabul Hadits - Jalaludin Asy-Syuyuthi – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSH8
50. Kitab Matan Jurumiyyah - Ash-Shanhaji – Terjemahan: http://adf.ly/1jfSmq
51. Kitab Matan Safinah An-Najah - Salim bin Sumair Al-Hadramiy: http://adf.ly/1jfTGp
52. Mengenal Tanda-tanda Kiamat: http://adf.ly/1jfTXm
53. Kitab Minhajul Abidin - Al-Ghazali – Terjemahan: http://adf.ly/1jfTtx
54. Mitos Pribumi Malas: http://adf.ly/1jfUE2
55. Mushtholah Hadits: http://adf.ly/1jfUYO
Hafidz
LEBIH RENDAH DARIPADA ANJING?
*LEBIH RENDAH DARIPADA ANJING?*
Oleh Hafidz Maulana Z
Hadits mengabarkan tentang seorang pelacur yang susah payah turun ke dalam sumur untuk memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan, maka Allah memasukkan orang itu ke dalam surga.
Alkisah, seorang laki-laki sebut saja A, datang meminta kepada laki-laki lain yang bernama B, air minum di dalam rumah. Melihat tubuh A yang meminta ini segar bugar, B merasa tersinggung, mengapa A tidak berusaha sendiri untuk mendapat air minum? Si A kan masih muda dan segar bugar?
Kenapa harus aku yang melakukannya? Maka si B pun menolak permintaan si A.
Seberapa sering kasus semacam ini datang kepada kita?
Seberapa banyak orang dan binatang yang meminta bantuan kita hal-hal yang sebenarnya remeh, misalnya hutang, uang receh, air minum, makanan, barang yang kita jual, minta diantarkan ke suatu tempat dengan gratis, dll, tapi kita menolak memberikannya.
Kalau seandainya pelacur di paragraf pertama tadi menganggap rendah si anjing, tentulah si pelacur tadi tidak jadi masuk surga.
Lalu apakah orang-orang yang meminta tadi lebih tidak pantas untuk ditolong daripada anjing?
Apakah kita menganggap menolong orang orang seperti itu tidak dapat menjadi alasan Allah memasukkan kita ke surga?
Kita menganggap perbuatan _meminta_ adalah perbuatan yang rendah, tapi tidakkah kita berkhusnudzon barangkali, apa yang mereka minta itu benar benar dibutuhkan sampai sampai mereka merendahkan diri dengan meminta kepadamu?
Jikalaupun memang kita tidak mampu memberi, sekali-kali jangan menganggap rendah mereka, jangan memicingkan mata kepada mereka, jangan sekali-kali merasa lebih mulia daripada mereka.
*Terakhir* sebagai lampiran dan bahan renungan, kami utarakan kisah Nabi Musa Alaihissalam dengan seekor anjing.
____________________
Diriwayatkan bahwa Nabi Musa as sering bermunajat kepada Allah di Gunung At-Thur. Suatu saat Allah Menurunkan wahyu kepadanya,
“Ketika nanti engkau datang untuk bermunajat kepada-Ku, bawalah bersamamu suatu makhluk yang engkau merasa lebih mulia darinya.”
Kemudian Nabi Musa mencari kesana kemari. Melihat dan memperhatikan satu demi satu wajah manusia yang ia temui. Ia pun mendatangi pasar budak, mungkin saja ia temukan manusia yang ia cari. Setiap melihat seseorang, ia berpikir dalam benaknya “apakah aku lebih mulia darinya? Mungkin saja ia lebih mulia dariku di sisi Allah swt.”
Hingga akhirnya ia tidak berani menganggap dirinya lebih mulia dari manusia, bagaimanapun kondisinya. Kemudian pandangannya beralih kepada hewan, mungkin dirinya pantas merasa lebih mulia dari hewan. Tapi ia tetap tak menemukan.
Hingga akhirnya ia temukan seekor anjing yang berpenyakit kulit. Kondisi anjing ini begitu buruk dan penyakitan. Hatinya pun bergumam “Sepertinya aku bisa membawa anjing ini bersamaku.”
Kemudian Nabi Musa membawanya ke tempat ia biasa menyendiri dan bermunajat kepada Allah swt. Di tengah jalan, ia menoleh kepada anjing ini. Hatinya dipenuhi dengan penyesalan karena telah merasa lebih mulia darinya.
Tiba-tiba ia lepaskan tali dari leher si anjing dan menyuruhnya pergi. Sesampainya di tempat munajat, Allah Berkhitob kepadanya,
“Wahai Musa, apakah kau telah membawa apa yang telah Kami Perintahkan kepadamu sebelumnya?”
Ia menjawab, “Tuhanku, aku tak menemukan sesuatu yang Engkau Minta dariku itu” Kemudian Allah Berfirman,
*_“Demi Kemuliaan dan Kebesaran-Ku, andai engkau membawa sesuatu (yang kau anggap lebih hina darimu) maka kan Kuhapus namamu dari nama-nama para Nabi.”_*
Oleh Hafidz Maulana Z
Hadits mengabarkan tentang seorang pelacur yang susah payah turun ke dalam sumur untuk memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan, maka Allah memasukkan orang itu ke dalam surga.
Alkisah, seorang laki-laki sebut saja A, datang meminta kepada laki-laki lain yang bernama B, air minum di dalam rumah. Melihat tubuh A yang meminta ini segar bugar, B merasa tersinggung, mengapa A tidak berusaha sendiri untuk mendapat air minum? Si A kan masih muda dan segar bugar?
Kenapa harus aku yang melakukannya? Maka si B pun menolak permintaan si A.
Seberapa sering kasus semacam ini datang kepada kita?
Seberapa banyak orang dan binatang yang meminta bantuan kita hal-hal yang sebenarnya remeh, misalnya hutang, uang receh, air minum, makanan, barang yang kita jual, minta diantarkan ke suatu tempat dengan gratis, dll, tapi kita menolak memberikannya.
Kalau seandainya pelacur di paragraf pertama tadi menganggap rendah si anjing, tentulah si pelacur tadi tidak jadi masuk surga.
Lalu apakah orang-orang yang meminta tadi lebih tidak pantas untuk ditolong daripada anjing?
Apakah kita menganggap menolong orang orang seperti itu tidak dapat menjadi alasan Allah memasukkan kita ke surga?
Kita menganggap perbuatan _meminta_ adalah perbuatan yang rendah, tapi tidakkah kita berkhusnudzon barangkali, apa yang mereka minta itu benar benar dibutuhkan sampai sampai mereka merendahkan diri dengan meminta kepadamu?
Jikalaupun memang kita tidak mampu memberi, sekali-kali jangan menganggap rendah mereka, jangan memicingkan mata kepada mereka, jangan sekali-kali merasa lebih mulia daripada mereka.
*Terakhir* sebagai lampiran dan bahan renungan, kami utarakan kisah Nabi Musa Alaihissalam dengan seekor anjing.
____________________
Diriwayatkan bahwa Nabi Musa as sering bermunajat kepada Allah di Gunung At-Thur. Suatu saat Allah Menurunkan wahyu kepadanya,
“Ketika nanti engkau datang untuk bermunajat kepada-Ku, bawalah bersamamu suatu makhluk yang engkau merasa lebih mulia darinya.”
Kemudian Nabi Musa mencari kesana kemari. Melihat dan memperhatikan satu demi satu wajah manusia yang ia temui. Ia pun mendatangi pasar budak, mungkin saja ia temukan manusia yang ia cari. Setiap melihat seseorang, ia berpikir dalam benaknya “apakah aku lebih mulia darinya? Mungkin saja ia lebih mulia dariku di sisi Allah swt.”
Hingga akhirnya ia tidak berani menganggap dirinya lebih mulia dari manusia, bagaimanapun kondisinya. Kemudian pandangannya beralih kepada hewan, mungkin dirinya pantas merasa lebih mulia dari hewan. Tapi ia tetap tak menemukan.
Hingga akhirnya ia temukan seekor anjing yang berpenyakit kulit. Kondisi anjing ini begitu buruk dan penyakitan. Hatinya pun bergumam “Sepertinya aku bisa membawa anjing ini bersamaku.”
Kemudian Nabi Musa membawanya ke tempat ia biasa menyendiri dan bermunajat kepada Allah swt. Di tengah jalan, ia menoleh kepada anjing ini. Hatinya dipenuhi dengan penyesalan karena telah merasa lebih mulia darinya.
Tiba-tiba ia lepaskan tali dari leher si anjing dan menyuruhnya pergi. Sesampainya di tempat munajat, Allah Berkhitob kepadanya,
“Wahai Musa, apakah kau telah membawa apa yang telah Kami Perintahkan kepadamu sebelumnya?”
Ia menjawab, “Tuhanku, aku tak menemukan sesuatu yang Engkau Minta dariku itu” Kemudian Allah Berfirman,
*_“Demi Kemuliaan dan Kebesaran-Ku, andai engkau membawa sesuatu (yang kau anggap lebih hina darimu) maka kan Kuhapus namamu dari nama-nama para Nabi.”_*
Sabtu, 11 Februari 2017
Target Besar dan Kapasitas Diri
™Urief_Ts |BossePulsa:
Saat target kita KEGEDEAN, dan masih jauh untuk mencapainya.
Bagaimana cara memenuhinya?
Yang jelas bukan dengan menurunkan targetnya!
Melainkan dengan menaikan kapasitas diri, perbanyak belajar, tambahkan jam kita, konsiten praktek dan jangan lupa berdoa ;)
Yang pasti praktek harus di landasi dengan ilmu dan teori.
Tanpa ilmu, praktek kita hanya akan capek saja, tanpa hasil yang signifikan.
Smoga kita smua menjadi orang yang sukses Dunia akhirat. Aamiin
Slamat malam.. selamat istirahat..
#BelajarTerus
Saat target kita KEGEDEAN, dan masih jauh untuk mencapainya.
Bagaimana cara memenuhinya?
Yang jelas bukan dengan menurunkan targetnya!
Melainkan dengan menaikan kapasitas diri, perbanyak belajar, tambahkan jam kita, konsiten praktek dan jangan lupa berdoa ;)
Yang pasti praktek harus di landasi dengan ilmu dan teori.
Tanpa ilmu, praktek kita hanya akan capek saja, tanpa hasil yang signifikan.
Smoga kita smua menjadi orang yang sukses Dunia akhirat. Aamiin
Slamat malam.. selamat istirahat..
#BelajarTerus
Jumat, 10 Februari 2017
SANGATLAH MUDAH BAGI ALLAH
*SANGATLAH MUDAH BAGI ALLAH*
Oleh Ustadz Iltizam
Sangat mudah bagi Allah untuk membunuh Abu Jahal, menghabisi Fir'aun dan membinasakan Namrud
Sangat mudah bagi Allah untuk membunuh Donald trump, menghabisi Assisi, dan membinasakan Netanyahu....
Sangat mudah bagi Allah untuk menghancurkan Israel, membinasakan Amerika dan menenggelamkan Rusia....
Sangat mudah bagi Allah untuk membinasakan si A, mengubur si B dan mencabut nyawa si C
Sangat mudah bagi Allah untuk memenangkan partai partai Islam, menyatukan hati hati umat dan mencerai beraikan barisan musuh....
*Tapi Allah ingin melihat usahamu, mendengar keluhanmu, dan mengambil sebahagian darimu sebagai syuhada'*
Allah ingin melihatmu berlelah lelah, berkeringat dan bersusah susah, agar kelak ada hujjah bahwa engkau pantas mendapatkan Taman surga
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qs. 3:140)
Tugas kita *bukan memenangkan pertarungan*. Sebab kemenangan itu hak progratif Allah.
*Tugas kita adalah istiqamah dalam bekerja, berbuat dan bertarung* sampai Allah menentukan ketentuannya atau ajal menjemput.
*Maka tak usah kau sesalkan. Tak usah kau risaukan. Kita hanya menjalankan kerasnya pertarungan dalam waktu yang singkat*.
Agar kita bisa mereguk bercawan cawan anggur kenikmatan dalam waktu yang panjang dan masa yang tak terbatas.
Bismillah..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan kematian karena kami adalah keturunan Hamzah bin Abdul Muthalib sang singa Allah..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan ancaman-ancaman Kesulitan duniawi karena kami adalah keturunan Umar bin Khattab yang bahkan syaiton pun yg takut padanya..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan banyaknya barisan pasukan bersenjata dengan kegagahan tanknya karena kami adalah keturunan Khalid bin Walid sang pedang Allah yang membuat ratusan ribu pasukan Romawi gentar dan mundur dari Medan perang..
Sungguh jangan menakut-nakuti kami, karena semakin kalian berusaha hai musuh-musuh Allah ..sesungguhnya Allah sedang menyusupkan ketakutan yang besar dalam hati-hati kalian..
Kalian tampak bersatu padu membuat makar, namun sebenarnya hati kalian tercerai berai..
Hati-hati kami bersatu untuk menegakkan dan membela agama Allah..
Kami tidak akan lari sebagai seorang pengecut karena kami pejuang sejati in syaaAllah..
Kami bukan mengejar recehan rupiah, tapi kami sedang mengejar syahid..
Kami bukan mengejar jabatan kursi dunia, tapi kami sedang mengejar syurgaNya..
Jangan takut-takuti kami agar mencegah suami-suami kami membela agama dan kitab sucinya..
Jangan takut-takuti kami dengan gas air mata, tank baja atau bahkan kematian..
Karena kami adalah keturunan Ibunda Khadijah RA yang akan menguatkan hati pujaan hatinya dan membantu dengan segala daya upaya demi membela agama Allah..
Jangan menakuti kami dengan kematian diusia muda anak-anak kami, karena kami adalah keturunan Ibunda Khansa yang melahirkan mujahid-mujahid pejuang sejati..
Tetaplah berjuang, karena mereka terus berusaha menyisipkan rasa takut yang besar pada barisan umat Islam yang bersatu padu membela agama Allah..dan terus berusaha memecah belah persatuan umat islam...
Tetaplah berjuang, karena makar-makar mereka tidak sebanding dengan makar-makar Allah yang jauh melebihi logika pendek manusia..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
*Wallaahu a'lam..*
Oleh Ustadz Iltizam
Sangat mudah bagi Allah untuk membunuh Abu Jahal, menghabisi Fir'aun dan membinasakan Namrud
Sangat mudah bagi Allah untuk membunuh Donald trump, menghabisi Assisi, dan membinasakan Netanyahu....
Sangat mudah bagi Allah untuk menghancurkan Israel, membinasakan Amerika dan menenggelamkan Rusia....
Sangat mudah bagi Allah untuk membinasakan si A, mengubur si B dan mencabut nyawa si C
Sangat mudah bagi Allah untuk memenangkan partai partai Islam, menyatukan hati hati umat dan mencerai beraikan barisan musuh....
*Tapi Allah ingin melihat usahamu, mendengar keluhanmu, dan mengambil sebahagian darimu sebagai syuhada'*
Allah ingin melihatmu berlelah lelah, berkeringat dan bersusah susah, agar kelak ada hujjah bahwa engkau pantas mendapatkan Taman surga
إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ ۚ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ ۗ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
Jika kamu (pada perang Uhud) mendapat luka, maka sesungguhnya kaum (kafir) itupun (pada perang Badar) mendapat luka yang serupa. Dan masa (kejayaan dan kehancuran) itu Kami pergilirkan diantara manusia (agar mereka mendapat pelajaran); dan supaya Allah membedakan orang-orang yang beriman (dengan orang-orang kafir) supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada'. Dan Allah tidak menyukai orang-orang yang zalim. (Qs. 3:140)
Tugas kita *bukan memenangkan pertarungan*. Sebab kemenangan itu hak progratif Allah.
*Tugas kita adalah istiqamah dalam bekerja, berbuat dan bertarung* sampai Allah menentukan ketentuannya atau ajal menjemput.
*Maka tak usah kau sesalkan. Tak usah kau risaukan. Kita hanya menjalankan kerasnya pertarungan dalam waktu yang singkat*.
Agar kita bisa mereguk bercawan cawan anggur kenikmatan dalam waktu yang panjang dan masa yang tak terbatas.
Bismillah..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan kematian karena kami adalah keturunan Hamzah bin Abdul Muthalib sang singa Allah..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan ancaman-ancaman Kesulitan duniawi karena kami adalah keturunan Umar bin Khattab yang bahkan syaiton pun yg takut padanya..
Jangan takut-takuti kaum muslimin dengan banyaknya barisan pasukan bersenjata dengan kegagahan tanknya karena kami adalah keturunan Khalid bin Walid sang pedang Allah yang membuat ratusan ribu pasukan Romawi gentar dan mundur dari Medan perang..
Sungguh jangan menakut-nakuti kami, karena semakin kalian berusaha hai musuh-musuh Allah ..sesungguhnya Allah sedang menyusupkan ketakutan yang besar dalam hati-hati kalian..
Kalian tampak bersatu padu membuat makar, namun sebenarnya hati kalian tercerai berai..
Hati-hati kami bersatu untuk menegakkan dan membela agama Allah..
Kami tidak akan lari sebagai seorang pengecut karena kami pejuang sejati in syaaAllah..
Kami bukan mengejar recehan rupiah, tapi kami sedang mengejar syahid..
Kami bukan mengejar jabatan kursi dunia, tapi kami sedang mengejar syurgaNya..
Jangan takut-takuti kami agar mencegah suami-suami kami membela agama dan kitab sucinya..
Jangan takut-takuti kami dengan gas air mata, tank baja atau bahkan kematian..
Karena kami adalah keturunan Ibunda Khadijah RA yang akan menguatkan hati pujaan hatinya dan membantu dengan segala daya upaya demi membela agama Allah..
Jangan menakuti kami dengan kematian diusia muda anak-anak kami, karena kami adalah keturunan Ibunda Khansa yang melahirkan mujahid-mujahid pejuang sejati..
Tetaplah berjuang, karena mereka terus berusaha menyisipkan rasa takut yang besar pada barisan umat Islam yang bersatu padu membela agama Allah..dan terus berusaha memecah belah persatuan umat islam...
Tetaplah berjuang, karena makar-makar mereka tidak sebanding dengan makar-makar Allah yang jauh melebihi logika pendek manusia..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
Allaahu Akbar..
*Wallaahu a'lam..*
Kamis, 09 Februari 2017
Karakteristik Islamku (1)
Oleh. Ustadz Iltizam
1. Rabbaniyyah
Ditinjau dari segi bahasa, rabbaniyyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah Ta’aalaa. Sedangkan rabbaniy ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaran-Nya. (QS. 3: 79)
Yang dimaksud dengan rabbaniyyah mencakup 2 aspek, rabbaniyyah ghoyah dan mashdar.
a. Rabbaniyyah Ghoyah
Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS. 51: 56) dan untuk mencari ridlo-Nya. Tujuan ini pun akhirnya menjadi tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS. 53: 42, 84: 6).
b. Rabbaniyyah Mashdar
Maksudnya manhaj yag telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj rabbaniy yang murni, yaitu yang bersumber pada firman Allah dan sunnah Rasul-Nya. Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, kelompok, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya (QS. 4: 174, 10: 57).
Adapun Rasulullah adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintah-Nya yang masih samar bagi manusia (QS. 42: 52-53).
1. Rabbaniyyah
Ditinjau dari segi bahasa, rabbaniyyah berasal dari kata rabbun, yang ditujukan kepada Allah Ta’aalaa. Sedangkan rabbaniy ditujukan kepada manusia, yaitu manusia yang tali hubungannya dengan Allah sangat kuat, tahu dan mengamalkan ajaran-Nya. (QS. 3: 79)
Yang dimaksud dengan rabbaniyyah mencakup 2 aspek, rabbaniyyah ghoyah dan mashdar.
a. Rabbaniyyah Ghoyah
Maksudnya Islam menjadikan tujuan pertama dan terakhir untuk menyembah Allah semata (QS. 51: 56) dan untuk mencari ridlo-Nya. Tujuan ini pun akhirnya menjadi tujuan akhir, puncak cita-cita, usaha dan kerja keras manusia dalam kehidupan (QS. 53: 42, 84: 6).
b. Rabbaniyyah Mashdar
Maksudnya manhaj yag telah diterapkan oleh Islam untuk mencapai tujuan dan sasaran itu adalah manhaj rabbaniy yang murni, yaitu yang bersumber pada firman Allah dan sunnah Rasul-Nya. Manhaj ini tidak lahir sebagai sebuah hasil rekayasa dari ambisi individu, keluarga, golongan, kelompok, partai atau bangsa tertentu. Tetapi manhaj ini datang dari Allah yang menginginkan agar menjadi petunjuk, penjelas, kabar gembira, obat dan rahmat bagi hamba-hamba-Nya (QS. 4: 174, 10: 57).
Adapun Rasulullah adalah penyeru pada manhaj dan sebagai penjelas perintah-Nya yang masih samar bagi manusia (QS. 42: 52-53).
BUKA ZAMKLIN LAUNDRY SYARIAH SURABAYA
Tanggal 19 Januari akhirnya kami memantapkan diri untuk membuka usaha ini. Sudah sejak awal Desember 2016 kami merencanakan akan buka 1 Januari, namun spirit itu baru keluar ketika 19 Januari 2017. Tempatnya di rumah Ustadz Iltizam Jln Jojoran III no.158, Mojo, Gubeng, Surabaya. https://goo.gl/maps/cwdxvd5nzc92
Kata Ustadz Iltizam tidak ada yang namanya bisnis dengan Allah itu merugi. Kita yakin bahwa kita mengambil jalur bisnis ini (bukan kerja bergaji) karena bisnis adalah sunnahnya Rasulullah. Selain itu kita membawa nama syariah di sini.
"Syariah" adalah gelar yang berat. Karena bukan hanya secara teknik saja kami harus syar'i tapi juga harus syar'i dalam masalah manajemen, adab, transaksi, interaksi, keuangan, semua aspek bisnis itu haruslah sesuai syariat.
Tentu masih banyak kekurangan di sana sini, selama hampir satu bulan kami menjalankan Laundry Syariah ini (sekarang 9 Pebruari) kami menemukan kesalahan-kesalahan itu. Namun dalam kesalahan juga ada "syariah" nya. Yaitu bagaimana kita mengatasi masalah, dan kekurangan-kekurangan kita itu sesuai perintah Rasulullah.
Kami berusaha untuk tidak menzalimi pelanggan, walau selama sebulan ini masih sering terjadi -misalnya lipatan yang kurang rapi, setrikaan yang kurang halus, pelanggan bayar dua kali karena kelupaan kami, atau pakaian yang tertukar dengan pelanggan lain-. Kalau ditulis disini kesalahan itu tentu akan memakan banyak tempat.
Anam, dan untuk saya sendiri di masa depan, saya berpesan supaya kita tidak takut atas yang namanya "rugi" karena tanggung jawab. Kita tidak boleh lepas tanggung jawab, dan walaupun "mungkin" ada sebagian yang merupakan kesalahan pelanggan, kita harus tetap legowo dan tidak takut "rugi" dalam memenuhi hak-hak pelanggan.
Ingat, kezaliman kita kepada pelanggan akan dibalas Allah. Dan kezaliman pelanggan kepada kita, semoga dibalas Allah dengan "profit" yang lebih besar, yaitu akhirat dan dunia, jika kita mampu bersabar.
Terakhir, pesanku kepada diriku sendiri:
"Tetap perbaiki diri, jadikan ini sebagai ladang amal, ilmu, dan rezeki yang baik, jangan silau dengan harta sampai-sampai kamu korbankan orang lain untuk kepentinganmu, insya Allah segala kebaikan Allah yang balas. Siapa yang lebih baik pembalasannya selain Allah?"
Kata Ustadz Iltizam tidak ada yang namanya bisnis dengan Allah itu merugi. Kita yakin bahwa kita mengambil jalur bisnis ini (bukan kerja bergaji) karena bisnis adalah sunnahnya Rasulullah. Selain itu kita membawa nama syariah di sini.
"Syariah" adalah gelar yang berat. Karena bukan hanya secara teknik saja kami harus syar'i tapi juga harus syar'i dalam masalah manajemen, adab, transaksi, interaksi, keuangan, semua aspek bisnis itu haruslah sesuai syariat.
Tentu masih banyak kekurangan di sana sini, selama hampir satu bulan kami menjalankan Laundry Syariah ini (sekarang 9 Pebruari) kami menemukan kesalahan-kesalahan itu. Namun dalam kesalahan juga ada "syariah" nya. Yaitu bagaimana kita mengatasi masalah, dan kekurangan-kekurangan kita itu sesuai perintah Rasulullah.
Kami berusaha untuk tidak menzalimi pelanggan, walau selama sebulan ini masih sering terjadi -misalnya lipatan yang kurang rapi, setrikaan yang kurang halus, pelanggan bayar dua kali karena kelupaan kami, atau pakaian yang tertukar dengan pelanggan lain-. Kalau ditulis disini kesalahan itu tentu akan memakan banyak tempat.
Anam, dan untuk saya sendiri di masa depan, saya berpesan supaya kita tidak takut atas yang namanya "rugi" karena tanggung jawab. Kita tidak boleh lepas tanggung jawab, dan walaupun "mungkin" ada sebagian yang merupakan kesalahan pelanggan, kita harus tetap legowo dan tidak takut "rugi" dalam memenuhi hak-hak pelanggan.
Ingat, kezaliman kita kepada pelanggan akan dibalas Allah. Dan kezaliman pelanggan kepada kita, semoga dibalas Allah dengan "profit" yang lebih besar, yaitu akhirat dan dunia, jika kita mampu bersabar.
Terakhir, pesanku kepada diriku sendiri:
"Tetap perbaiki diri, jadikan ini sebagai ladang amal, ilmu, dan rezeki yang baik, jangan silau dengan harta sampai-sampai kamu korbankan orang lain untuk kepentinganmu, insya Allah segala kebaikan Allah yang balas. Siapa yang lebih baik pembalasannya selain Allah?"
Langganan:
Komentar (Atom)







